Sabtu, 08 Oktober 2016

Elegi Sebuah Memory

puisi persahabatan teuku raja

Denting Jarum Kabarkanku Peristiwa..
Mengenang apa yang tlah menyapa dalam dini ku kecewa..
Seakan Detak terhenti saat kicauan malam menghina..
Sesatkan Hilang ku fikir tanpa sirna..

Yaa.. Bukan Sebuah Cerita Lama..
Saat Roda Waktu ku Kejar tak dapat ku gapai Jua..
Kembali memilih kepingan-kepingan rindu akan
Tawa ceria saat Bersama...

Antara aku dan sebuah mimpi..
Sepiring Rencana tak lagi harum tertinggal Basi..
Bagaikan Nafas yang berhembus tak kembali lagi..
Atau Daun yang gugur dan terinjak Kaki..

Jangan Mengira ini Hal yang Puitis..
Sebab ku tulis tanpa Perasaan yang manis..
Baiknya sampaikan bahwa ada hal yang menunggu..
Masih di ujung harapan bersama tanpa kisah bisu..

Lalu, Kutinggalkan Rona Segenggam Inginku..
Tak ingin ku lepas apa yang menjadi semangatku..
Lalu, Keegoisanku hanyalah tombak masa lalu..
Yang seakan mengejar tanpa tahu tuannya itu..

Sadarkah teman aku menunggu..
Memulai Hari Saat-Saat pertama dulu..
Sadarkah teman semua itu..
Atau Hanya Pengisi Hidupmu Sebagai jalan tanpa pilu..

Ini Sejenak Rangkulku untuk mimpi..
Menghapus Elegi sebuah memori..
Berharap diriku masih di sisi..
Sebagai Pengisi Hidup Walau nanti tak bernafas lagi..

09-Okt-2016 | 01:28 AM
By: King Draco

Related Posts

Elegi Sebuah Memory
4/ 5
Oleh

Berkomentarlah Dengan Bijak dan Cegah Otak Anda Untuk Berpikir Melakukan Spam.
Jika tidak Senang, Silahkan Tutup Blog ini dan Pergi Lakukan Hal yang Berguna.