Sabtu, 12 November 2016

Peluhku di Penghujung Muda

Dear Diary.. Aku, mataku belum mampu untuk memejam. terhalang fikiran akan masa depan..
Peluhku di penghujung muda telah terasa, entah apa yang membuat ku terlalu cepat mengambil keputusan saat cerianya dulu, apakah ini salah, keputusan ku untuk bersama yang ku ambil apakah terlalu cepat ?
terkadang aku masih belum mampu menggapai indahnya romansa rumah tangga, atau hati yang masih ingin menikmati hidup dalam melihat dunia.

sastra teuku raja di penghujung muda
Jam 06:00, Konflik batin ku semakin kuat demi  gadisku di sana.
Aku masih berayun hampa penuh dilema.
Aku tau aku punya pilihan, aku juga tau bahwa aku bisa tepat mengambil dan menerapkan keputusan, tapi apa segampang itu ?
mungkin telah waktu nya ku harus membangun kehidupan yang baru, walau hati terkadang masih belum siap menerima takdir sekarang.
Andai aku mampu, seperti orang-orang terdahulu, mungkin tidak akan serumit ini.
tapi apa daya ku hanya bisa pasrah dan terus berusaha untuknya.
Putri tidurku, sabarlah waktu itu akan tiba.
Percayalah semua akan baik-baik saja.
Aku tidak mau membuat salah satu dari kita merasa terpaksa.
Dan jika semua ini ku percepat dalam langkah, aku yakin semua tidak akan bertahan lama.
Karena ku mencari yang abadi, yang memperbaiki kesalahan dalam diri.
Dulu, aku pernah mengatakan sebuah ujian berat padamu yang telah kita lihat sekarang dalam istana asmara kita.

Aku takut kamu tidak mampu menghadapinya, aku takut semua yang kita perjuangkan akan sia-sia.
Aku takut apa yang telah kita janjikan semua tak lagi ada guna.
Hari demi hari, kisah kita berlalu manis. dan aku tak ingin hancur hanya sebuah paksaan orang tua.
Percayalah sayang. percaya do'a..
Peluhku di penghujung muda...
Ku yakin kita bisa melewati semua rintangan ini dengan akhir bahagia.
Lihatlah mereka. yang tak pernah mengerti kita.
yang tak pernah merasa hampa.
Dan kamu tidak lagi sendiri putri tidurku.
Ku mohon jangan teteskan lagi air mata itu.
Katakanlah bahwa kamu kuat, kamu tegar dan kamu pasti bisa ku miliki seumur hidupku.

Setahun lebih kita merasakan bersama, hangat dan sakitnya cerita..
Yang ku tahu kehidupanmu berbeda.
Dan sumpah ku yang akan membuatmu bahagia..

Dari masa ke masa, dalam ikatan resmi impian kita..
Dan Peluhku di penghujung muda kan ku bakar dalam kenangan jiwa..
Berdo'a lah sayang dalam sujudmu penuh cinta..
Kan ku hapus air matamu dengan Restu-Nya...

Related Posts

Peluhku di Penghujung Muda
4/ 5
Oleh

Berkomentarlah Dengan Bijak dan Cegah Otak Anda Untuk Berpikir Melakukan Spam.
Jika tidak Senang, Silahkan Tutup Blog ini dan Pergi Lakukan Hal yang Berguna.