Sabtu, 12 November 2016

Sebuah Kisah Abadi Antara Satu Darah Dalam Diri

Dear Diary..
Sebuah Kisah Abadi Antara Satu Darah Dalam Diri

Aku masih terjaga dengan laptop dan internet yang menemaniku..
Kembali ku buka Album Foto di Akun Facebook ku yang dulu..
Tiba Tiba, Mataku Tertuju pada Sebuah Foto, Foto di mana aku terlihat kecil dan polos tanpa ada rasa berdosa..

Terlihat seorang Gadis Kecil berdiri di Samping Adik Lelakinya dengan percaya diri.
Merangkul Ceria Seakan tak Terpisahkan..

cut rahayu dan teuku raja kecil

Foto Lama, Saat aku dan Sang Kakak Begitu inginnya Terkena Lampu Blitz..
Saat Aku Melihat Foto Tersebut, Tak Kusadari Terbayang Berbagai Kenangan Penuh Emosi dengannya...

26 Desember 2004
Saat Kami ikut Mengantarkan Nenek Sepupu Ke Asrama haji Banda Aceh untuk menunaikan Rukun Islam ke 5, Bencana Gempa dan Tsunami yang Melanda Kota Serambi Mekkah Menghantam Tanpa Apa Saja yang di depannya.
Kami Menyelamatkan diri dengan Menaiki Atap Salah Satu Bangunan di Asrama Haji Tersebut..
Saat Kakak & Ibuku duluan Sampai di Atas, dia Menangis meminta Ayah Tiri Kami Agar Cepat Menaikkanku Ke Atas Sambil Mengulurkan Tangan Padaku, Dan Saat itu ku lihat Air Matanya Mengalir Seperti Tak ingin Kehilanganku.. :')

18 November 2010
Moment ini, adalah Moment dimana Saat Aku Tertawa ngakak jika aku mengingatnya.
Awal Di Mana kakakku membeli sebuah Laptop Kecil (Netbook) dari Tabungannya.
Dan Saat Aku Berkenalan Dengan Dunia Cyber. Aku kerap kali bermain games dan belajar meretas akun-akun game orang dengan teknik Phising di salah satu Situs Game Online Ternama.
Kakakku Mengetahuinya, dan Mengingatkanku agar tidak bermain hal yang merugikan orang lain.
Dan aku hanya mengatakan "Ya".
Tidak cukup dengan itu, kakak memberikan hukuman padaku dengan tidak boleh meminjam lagi laptopnya selama batas waktu yang tidak di tentukan.
Dan yang membuat aku tertawa ngakak saat mengingatnya adalah, Saat aku di beri hukuman adalah saat-saat dimana aku lagi jaya-jayanya di dunia game online, dan aku marah-marah sambil mengancamnya dengan kata-kata yang sekarang aku sudah lupa.
Emosi ku Memuncak karena saat itu aku mendapatkan notifikasi di email bahwa aku pemenang kuis game online tersebut, dan aku tak bisa mengkonfirmasi via email karena gak bisa online. pantas saja aku marah - marah gak jelas. Hahahahah..

8 Mei 2012
Hari dimana aku sakit dan tidak bisa masuk kerja, kakakku bersikap aneh dengan tidak memperdulikanku, hanya ibu yang kerap mengajakku bercanda dan berbicara.

9 Mei 2012
Saat Aku terbangun dari Tidur Pagi, Aku melihat sebuah kue bolu kukus di sampingku.
Kata ibu, itu Adalah Kue Ulang Tahun ku yang murni di buat oleh kakak seharian sendiri.
Pantas Saja Kemarin dia Cuek.

Bulan Februari 2013
Hari dimana Keluargaku Tinggal di Kampung Yang sangat sepi, dan Kakak ku Menunggu Calon Suami nya yang datang dari Jawa 7 Hari Lagi, dan hari ini juga adalah hari pertama Kakekku (Ayah dari Ibuku) Jatuh Sakit, Gejalanya Masih demam - demam dan batuk saja. Saat itu Aku memang Merasakan Perasaan yang sejuk tetapi cemas.
Tibalah aku juga ikut-ikutan cemas gak jelas.
Ku Lihat Gitar Tergeletak menggodaku untuk menyentuhnya..
Ku petik Alunan Melody sendu yang biasa kunyanyikan..
Spontan Kakakku Meminta Duet, dan Saat itu kami Bernyanyi Dengan Percaya diri.
Masih Ku ingat lagu yang ku nyanyikan bareng kakakku :
  • Jessi J - Price Tag.
  • Kotak - Sendiri.
Kami bernyanyi tanpa dosa sambil tertawa, dan suasana Rumah berlangsung Ceria dari Sebelumnya Aku dan Kakakku Merasakan Cemas yang berbeda.
Dan Masih Banyak Lagi Kenangan - Kenangan yang tak mudah kulupakan, dan tak bisa ku tulis satu persatu..

Sekarang, Tanpa aku sadari..
Tiba-Tiba aku Mengeluarkan air mata, & tiba-tiba aku kangen ama kakak ku, Kangen.. 
Kangen banget :') ..
Sampe ga tau harus bilang apa.. 
Aku hanya ingin berpesan, dan mudah-mudahan dia membaca.
Lihat kak, Adek udah sukses.. Adek udah bisa Ngerawat Ibu dan Anak kakak di sini..
Slama ini adek bukan cuek kak, adek bukan gak perduli, tapi adek gak bisa apa - apa jika jarak kita sangat jauh seperti ini.

Pulang lah kak, Sekali aja.
Kami di Sini semua Kangen bercanda dengan kakak kayak dulu lagi..
Aku Rasanya Segan Menghubungi Kakak karena Saat Aku Hubungi Terkadang Suami Kakak yang Menjawab..
Pulang kak.. Aku iri Melihat Kawan-Kawan bercanda ria dengan saudaranya..

Pulang kak.. Agar kakak tau Keadaanku dan Ibu di Sini...
Agar kakak mengerti Apa yang Kulakukan Selama ini yang terkadang kakak menganggapnya itu Salah..

Pulanglah Kak.. Aku Tunggu...

By: Teuku Raja

Related Posts

Sebuah Kisah Abadi Antara Satu Darah Dalam Diri
4/ 5
Oleh

Berkomentarlah Dengan Bijak dan Cegah Otak Anda Untuk Berpikir Melakukan Spam.
Jika tidak Senang, Silahkan Tutup Blog ini dan Pergi Lakukan Hal yang Berguna.